Tragis ya judul topiknya, but itu kekhawatiran sana skr. Sudah menjadi masalah klasiknya ana. Anakku Raihan....... Sudah setahun lebih sebulan ananda Raihan dibawah bimbingan ana, tapi ana merasa gagal. Peningkatan ananda terlalu perlahan. Astaghfirullah....bukannya ana tidak bersyukur dengan perubahan2 kecil dari Raihan. Ana sudah berusaha objektif dalam menilai. Harus diakui, dibandingkan saat2 awal, perilaku Raihan ada peningkatan yang cukup positif. Raihan mulai PD keruang lain untuk sekedar meminjam buku. Raihan mulai berani kekamar mandi sendiri. Raihan sudah hafal proses belajar dari salam masuk. Raihan sdh bisa keluarkan/masukkan buku sendiri (mekipun daya inisiatif dan kreatifitasnya menyelesaikan masalah masih kurang). Raihan juga sdh hafal do'a mau balajar. Tapi buat ana itu............. Smp sekarang ananda blm lulus evaluasi "a" (msh hal.18 dan lbh kurang sdh 2 minggu pertemuan), ananda belum hafal diluar kepala angka 4 (msh harus bertanya padahal sdh sekitar 6-7 bulan menghafal bentuk angka ini), dan tadi....ananda lupa posisi angka 1-3, semua ditulis dalam posisi terbalik arah. Raihan adalah ladang amal yang istimewa. Ana percaya Raihan bisa berubah dan PASTI akan berubah, hanya saja perubahan itu mungkin bukan ditangan ana. Raihan butuh Bunda yang selalu siap membuka sistem Limbik diotaknya, dan ana bukan bunda yang tepat buat Raihan, ana sdh susah berpikir dan bertindak positif bagi Raihan. Demi Allah, ana cuma ingin Raihan bisa lebih baik.
Astaghfirullah....... ya Rabbiy....Hamba tidak bermaksud kufur akan ladang amal yang Kau siapkan untuk hamba, tapi inilah hamba-Mu yang lemah.
Assw,bu mete maaf baru sekarang saya melihat tulisan ibu. Tapi bu saya mlihatnya sampe seperti orang cina lho (menyipitkan mata)!he..he.. Bu jujur terkadang,eh mungkin sering juga saya merasa diposisi seperti ibu dan saya pun juga kadang down duluan pada saat anak tsb datang dan mrasa "emosi" jika mengajar anak tsb. Namun hal tsb memang wajar karena kita adalah manusia. u masalah ibu adalah termasuk berat,namun setiap perkembangan anak walaupun itu sedikit itu sangat "berharga" ya bu "berharga". nah mungkin ini saja yang saya sampaikan. Love u bu meta!
hmm ....memposisikan saya sbg bunda meta sungguh berat, tapi bunda beruntung mendapatkan keistimewaan mendapatkan murid yang luar biasa...karena anak menjadi madrasah kita (sarana flash back ke masa lalu)serta ujian bagi kita apakah kita benar-benar telah menjadi seorang guru?pengalaman bunda berarti bagi saya untuk bekal menghadapi murid2 saya,fastabiqul khairat ya bunda meta....karena kita tetanggaan saling menguatkan ya bun
Aswabar... indah jadi merasa kecil setelah membaca R&D bunda meita.. kadang indah juga ngerasa ngk sabar dalam mengajar..tapi indah selalu terpicu saat ingat mba meita mengajar raihan.. mba udah berhasil merubah raihan walau dikit..yang sedikit itu sapa tau bisa jadi hal yang besar dalam keseharian raihan bun.. jadi itu berarti bgt u/ raihan.
ass..subahanlloh bun saya sampai terharu baca curhat bunda meta..!bunda orang yang selalu semangat dan sabar mengadapi raihan..yang telaten membantu raihan harus sampai bisa...dan bisa merubah raihan sedikit demi sedikt dari kepribadian dirinya sampai sekarang dy mulai berani'''hal yang baru itu subahanllah banget bun...!saya juga harus banyak belajar banyak dari bunda tentang kesabaran yang luar biasa..!anak adalah ladang kita,,untuk kita beramal bun jadi kita harus selalu bersemangat bun...pantang menyerah...!(untuk bu meta selalu semangat dan (GOOD LUCK)
Assalamualaikum ww.. Bunda-bunda yang di Sayangi Allah... Bunda Meita yang penuh Kesabaran... Bun, saya terharu bacanya..jadi ngerasain juga.. Bun, Baca tulisan bunda mengingatkan saya sama Hellen Keller... menurut saya Ceritanya juga mengharukan.. film yang pernah kita tonton sama-sama itu benar-benar menyiratkan sebuah pesan yang mendalam untuk kita sebagai seorang guru. Walaupun kasusnya beda, kesukarannya beda, situasinya beda.. Tapi pesannya, a teacher adalah "miracle worker".. Tentu, di sebut "miracle" karena ada perjuangan di sana, ada suka..duka.. Yakinlah suatu hari nanti, dengan segala usaha yang sudah dan telah bunda jalani untuk Raihan, di Perjuangan yang sudah hampir ujungnya... Bunda dan kita semua akan melihat, Raihan PASTI MAMPU... Keberhasilan itu tak dapat di lihat sekarang, namun esok hari, saat orang lain merasakan manfaat keberadaan kita hari ini. Bund, ada satu pesan nih yang saya baca dari buku La Tahzan... "Betapa banyak jalan keluar yang datang setelah rasa putus asa, dan betapa banyak kegembiraan datang setelah kesusahan. Siapa yang berbaik sangka pada Pemilik 'Arasy, dia akan memetik manisnya buah yang dipetik di tengah-tengah pohon berduri" Bunda Meita, Hellen Keller Punya Teacher yang teguh atas dirinya..hingga ALLAH mengizinkan ia Mampu.. I wish you'll be a miracle worker for Raihan. Afwan Bunda... Jazakillah khoiron Katsiro.
Assalamu'alaikum wr wb Bunda meita yang selalu dilindungi Allah... maaf sekali juga baru punya kesempatan untuk juga membuka massage board bunda. Bunda subhanallah....saya pun sangat terharu sekali dengar cerita bunda disharring bersama kemarin, yah saya sangat bahagia sekali begitu melihat bunda untuk kembali mau berjuang mengajar raihan kembali, ingat yah bunda sayang...semua kita yang ada ditekno bekerja tidak ada yang sendiri, kita punya tugas masing-masing yang sebenarnya secara psikologis secara bersama-sama, sehingga inilah yang membuat kita merasa tidak sendiri. Yah bunda? bahagia sekali ketika melihat bunda-bundaku selalu terlihat ceria.
Adalah benar dan begitu berharga sekali segala masukan yang telah diberikan bunda bunda baik yang terbaca dimassage board maupun yang terucap dalam keseharian ataupun yang terlihat dalam kesehariannya.
Bukan hanya raihan, tapi juga ada ari, dan najwa, rayhan, dan yang lain-lainnya yang memiliki keistimewaan dimata kita. mari bunda-bunda...kita beri pula pendidikan yang istimewa untuk mereka dan semua anak-anak kita yang saat ini menjadi amanah dariNya.
Tidak ada sesuatu yang tanpa maksud, saat ini saja dengan adanya peristiwa raihan maupun ari tanpa kita sadari telah membuat jiwa guru bintang(kata bunda husnul)dalam diri kita mulai bersemi dan kita semua semakin solid dalam bekerjasama. maaf bunda itulah yang saya tangkap dalam pandangan saya. mari kita syukuri bersama, mari kita berjuang bersama dan yang terakhir, mari kita serahkan semuanya pada yang Maha Memiliki (Allah Azza Wa Zalla)
Mohon maaf atas kekurangannya Wassalamu'alaikum wr wb
Assalamu'alaikum wr wb bunda-bunda....ada kabar baru bunda untuk ade Raihan kita InsyaAllah dalam waktu dekat tekno akan meminta persetujuan dengan orang tuanya Raihan untuk akhirnya raihan dicoba untuk tidak lagi dengan bunda meita, dan natinya dengan bunda Husnul
Bunda-bunda...tujuannya adalah mencoba apakah dengan metode terbaru hasil risetnya bunda husnul adalah solusi yang tepat untuk adik raihan. Dan ini sekaligus membuktikan bahwa kita(teknokids) tidak berhenti berjuang untuk ade Raihan
Halo Bunda2 yg selalu dirahmati Allah......,terutama buat bunda meta yang cantik....mgkn kasus bunda ini hampir sama dgn saya bun...,memang kita sebagai manusia kdng ada prasaan "kurang puas" dgn apa yg tlh kita krjakan,tpi ktidakpuasan tsb insyaAllah dlm kebaikan ya bun....utk kasus Raihan,bunda sdh luar biasa berjuang demi kemajuan d'raihan,spt yg bunda sampaikan,dari tdk bisa mnjdi bisa.Walaupun tdk smua yg kita harapkan terwujud,tpi itu sdh Alhamdulillah bun....dan itu yg lbh dulu kita syukuri ,utk selanjutnya kita tetap brusaha gmana jln yg terbaik buat kemajuan raihan ya bun..,mgkn dgn saran bunda Umy dicoba pndah bljr dgn bunda yg lainnya.......intinya sperti ini bun(kita sama2 mensupport).....Allah Maha Tahu sgla kemampuan kita,dan Allah mengirim raihan utk bunda krn Allah mnilai bunda mampu,dan Allah tdk mlht hsil dari apa yg tlah kita kerjakan,tpi sberapa bsar usha n krja kras jg keikhlsan kita,utk hsilnya Allah yg tlh memutuskannya,dan sy ykin Allah tlah mmberikan nilai dan pahala yg luar biasa besar utk bunda meta.......Amin.ok bun,ttap smngat!!...afwan jidan ya bun.....Syukran.. Wass.Wr.Wb.....
Bunda Meita yang tersayang... dengan kesabaran dan kepiawaian bunda selama ini saya yakin masalah teknis tidak perlu dikomentari ...
Raihan (dengan kesulitan menghafalnya), Ari (dengan kesulitan komunikasinya), Najib (dengan keterbatasannya), Opal (dengan pribadi uniknya), Bela (dengan penyakit jantungnya), Ivan dan Alvin (dengan energi lebihnya) dan masih banyak lagi murid 'kekayaan' tekno ini yang memberikan kesulitan untuk bunda... tapi bunda InsyaAllah kelak... merekalah yang mengangkat derajat bunda disisiNya...