assamu'alaikum, bun bagaimana klo tekno menerapkan metode training? Maksudnya, siswa yang lebih pintar mengajari siswa yang sedikit lambat dalam menyerap pelajaran.
untuk bunda yang caem boleh juga tuh idenya.Tapi perlu dijelaskan pada saat apa anak yang pintar tersebut mengajari temannya,misalnya apakah pada saat setelah anak tersebut selesai pelajaran? atau ada waktu yang khusus?
menurut saya, anak yang cepat tanggap dalam menerima pelajaran lebih dahulu diberikan pelajaran kemudian anak yang sedikit lambat. Setelah itu, anak yang cepat tanggap tadi, diberikan waktu untuk mengajari temannya. Hal ini dilakukan dengan melihat kondisi waktu yang tersedia. Ketika waktu yang dibutuhkan kurang, maka ada waktu khusus yang diberikan, sesuai dengan kesepakatan guru dan anak murid. Jadi, guru bertindak disini sebagai fasilitator.seperti yang dilakukan arya dan chepi bun .
Ass klo murid yg lebih cepat tanggap dan lebih pintar, mengajari temanya yg lain berarti guru harus punya cara tersendiri untuk mengajarinya,,dan jang sampai murid merasa sombong...
Wassalamu'alaikum, menurut saya ini bun, anak-anak lebih enak diajari dan cepat menangkap pelajaran jika usia mereka tidak jauh beda dengan temannya karena mereka bisa belajar lebih santai tapi serius. Untuk skenario training, usulan bunda yanti bagus, untuk mereka bisa mengajar secara bergantian. Dengan catatan guru tersebut melihat kepahaman anak dalam menguasai materi yang akan diajarkan.
Assw, nambah ya bunda, menurut saya untuk metode training ini saran saya dengan melihat dulu anak tersebut. Maksudnya adalah apakah anak tersebut dapat mengajari temannya dan membuat tamn yang diajari mengerti apa yang diajarkan anak tersebut,walupun diketahui anak yang mengajari tersebut pandai . Jadi kita juga harus mengetahui dulu apakah anak tersebut dapat mengajari dan membuat mengerti teman yang diajari bu.Demikian sekilat info dari saya.
wah..........saya setuju dengan tanggapan bunda-bunda yang lain tentang metode trining ini, ada beberapa faktor yang harus kita lihat disini 1.Faktor anak tersebut ,artinya anak yang mengajari temannya dan yang diajari Tidak semua murid yang lebih cerdas mau /bersedia mengajari temannya yang lain mungkin faktor tidak pede,pemalu, atau anak tersebut pendiam(contoh satu muridnya Bu Dayang si Ifan tuh........,anak tersebut cerdas tapi 'g' pernah mo' ngomong kecuali pada saat membaca atau ditanya dan itu juga suaranya g begitu jelas......,dan mampukah anak tersebut memberi pemahaman kepada temannya yang diajari, kemudian anak yang menjadi target untuk diajari, apakah mo diajari ama temannya????? 2. Waktu,bila ada peluang waktu bisa diterapkan atau perlu waktu yang khusus karena ini juga butuh perhatian khusus kita sebagai guru untuk memantau.
ok deh bun.......,menurut saya itu dulu tanggapannya ya..........,af1......n see you....... Wass.Wr.Wb.............
hmmm..mmmm ya...ya....,wah asyik ni ibu2 menurut pandapat bu wika itu benar dan itulah maksud dari tanggapan saya diatas. Kita memang perlu waktu khusus untuk mengawasi anak yang mengajari temannya, agar kita juga dapat mengarahkan anak tersebut apabila terjadi kesalahan dalam mengajar. Bukanlah ingin meragukan kepintaran anak tsb,namun bu bdakan cara guru mengajar dengan anak yang mengajar. Kemudian tidak semua anak ingin diajari temannya karena kemungkinan mereka akan merasa tidak pandai (maaf ya bu!)
Boleh saya setuju, tapi seberapa efektifnya?... usul B.Wika dan B.Listi boleh tuch. Soalnya dikelas banyak anak2 suka keceplosan klo ditanya, misalnya 4 x 4 = .... (saya nanya sama A, sementara masih mikir jawabannya) tapi si B yang jawab 16 bu... wach ribet tuch jadinya. Afwan ya... Gimana cara kedepannya menerapkan metode training dan menjelaskan kepada anak-anak...
Assalamu'alaikum wr.wb Bunda saya pernah melakukannya dikelas saya beberapa kali dijam murid yang berbeda.tentu saja setelah sipintar telah lebih dulu menyelesaikan pelajarannya,karena jika belum-belum udah hrs mengajari tmnnya kan ga adil?krn dia juga punya hak untuk belajar. terlihat ada minat dari keduanya terutama pada pelajaran membaca,dan lucunya dipertemuan yang berikutnya dia mau sipintar mengajarinya lagi. tetapi tetap tidak lepas kontrol dari bunda guru,karena kualitas menurut saya itu tetap yang utama,setiap orangtua menginginkan anaknya mendaptkan ilmu yang terbaik dan dengan cara yg terbaik.jika ingin melakukan hal ini saya kira juga sangat perlu melihat kondisi dalam kelas apakah itu memungkinkan atau justru menjadi kekacauan dikelas. Demikian saja komentar saya bunda?mohon maaf jika tidak sempurna Wassalamu'alaikum wr.wb
metode training adalah salah satu metode dari sekian banyak metode yang bisa diterapkan di kelas bukan satu metode wajib yang harus diterapkan tanpa melihat kondisi... secara alami dan tidak terkesan memaksakan metode ini menarik untuk diterapkan.... , dan hal-hal yang ditrainingkan yang sifatnya sederhana, meskipun hanya sedikit dan sebentar setiap anak sebisa mungkin diberi pengalaman mengajari, efek metode training sangat baik untuk anak, memberikan kepercayaan diri dan keyakinan bahwa akupun bisa, selain itu dengan mencoba memahamkan ke orang lain melatih kerunutan logika berpikir, terutama untuk anak KP .... bukan begitu bunda sahira ?
Metode training ini tidak wajib untuk diterapkan dan dipaksakan kepada murid-murid bunda karena guru yang tau pasti kondisi anak muridnya sehingga masing-masing guru memiliki cara tersendiri (kreaktifitas) dalam metode pembelajaran itu sendiri. Pendapat bu yanti juga benar, gambaran metode training yang ditrainingkan sifatnya sederhana, meskipun hanya sedikit dan sebentar setiap anak sebisa mungkin diberi pengalaman mengajari sehingga memberikan kepercayaan diri dan keyakinan kepada anak bahwa akupun bisa, selain itu dengan mencoba memahamkan ke orang lain melatih kerunutan logika dalam berpikir. Wassalamu'alaikum, wr.wb.
Bunda dan panda semua... pa kabar? metode training akan segera closed, metode ini dicamkan menjadi salah satu metode unggulan tekno, terutama bagi kelas KP. at least setiap anak pernah mempraktekannya. Inget KP's girls misi KP adalah memberi kegembiraan tentang belajar, sasaran yang ingin dicapai jauh dari hanya sekedar bisa... namun kepercayaan diri dan minat tentang belajar menjadi meningkat... I think this methode can help....